Photo by Daniele Levis Pelusi on Unsplash
Dari dulu kita selalu terobsesi diantara menjaga barang atau menyimpannya untuk kegiatan yang penting. Stiker, pulpen dan notebook yang memiliki motif beraneka macam, menunggu berdiam diri agar kamu menggunakannya, Tapi lama-lama, waktu terus berjalan. Barang-barang itu tetap diam, tetap menunggu, sementara kita sibuk dengan rutinitas sehari-hari. Ada kalanya mereka tersentuh sebentar, tapi lebih sering hanya menjadi saksi bisu perjalanan hidup kita. Dan tanpa disadari, perlahan mereka “dimakan” oleh waktu—tidak rusak, tapi kehilangan kesempatan untuk benar-benar dipakai dan dinikmati. Ternyata, benda yang diam pun suatu saat akan ikut ‘mati’ juga.
Jadi, mungkin ada baiknya kadang-kadang melepas sedikit obsesi itu. Gunakan barang-barangmu, biarkan mereka menemanimu di hari biasa, bukan hanya hari-hari yang dianggap “penting.” Dengan begitu, mereka tidak hanya tersimpan sebagai kenangan, tapi benar-benar menjadi bagian dari cerita sehari-harimu. Karena sejatinya, Pensil yang sudah usang adalah tanda kecil bahwa dia selalu ada, menemani setiap langkah mu.
Selain itu, menulis tangan memberi kepuasan tersendiri. Pulpen dan notebook bukan sekadar alat, tapi teman saat mengekspresikan ide. Menulis tangan membantu fokus, memperkuat memori, dan membuat momen menulis lebih personal dibanding sekadar mengetik di layar. Bahkan hal sederhana seperti menempel stiker lucu atau mencatat dengan pulpen favorit bisa memberi warna di hari-hari biasa, membuat rutinitas terasa lebih hidup.
Dan pada akhirnya, barang yang sering digunakan justru terasa hidup bersama kita. Pensil yang mulai usang, pulpen yang tintanya menipis, atau notebook yang halamannya penuh coretan menunjukkan tanda-tanda kehadiranmu. Memperpanjang hidup alat tulis bukan sekadar soal membuatnya awet… tapi soal merayakan setiap goresan, setiap catatan, dan setiap momen kecil yang mereka temani di hidupmu.
Reference : https://www.goodreads.com/quotes/10553682-keep-a-notebook-travel-with-it-eat-with-it-sleep
