Photo by JK Sloan on Unsplash
Setiap kali butuh tanda tangan, catatan, atau sekadar coret-coret, entah kenapa pulpen selalu menghilang di saat paling genting. Dan lucunya, bukan hanya kamu yang mengalaminya, hampir semua orang punya cerita tentang pulpen pinjam yang tak pernah kembali. Ada teori populer bahwa pulpen punya kaki dan hidupnya sendiri.
Mereka suka jalan-jalan, pindah dari satu meja ke meja lain, dari kantor ke tas orang lain, lalu entah bagaimana hilang di semesta. Kadang mereka muncul kembali berbulan-bulan kemudian, dengan tutup beda warna dan sedikit lecet di bodinya, seolah baru pulang dari petualangan panjang.
Mungkin itu sebabnya kita sulit marah ketika pulpen hilang. Ada rasa maklum yang aneh, mungkin karena kita pun pernah secara tidak sengaja “meminjam permanen” pulpen milik orang lain. Di beberapa tempat kerja, ada yang sampai menulis nama di bodi pulpen, menempelkan stiker lucu, atau mengganti isi tintanya agar tak tertukar. Tapi toh, akhirnya selalu ada satu yang hilang tanpa jejak.
Mungkin pada akhirnya, pulpen memang bukan sekadar alat tulis. Ia seperti makhluk kecil yang menjadi penghubung antarorang, meninggalkan jejak di tiap tangan yang memakainya.
